MENGENAL STAN

Membership ATA

Membership ATA

Mitra STAN

Membership ATA

Membership ATA

Asia Theological Association

Setelah beberapa kali menghadiri pertemuan yang diadakan oleh Asia Theological Association (ATA) di Hongkong  17-19 Oktober 2024 yang dihadiri 63 partisipan dari berbagai negara di Asia.  Ada wawasan dan pengalaman baru untuk berjejaring antar Perguruan Tinggi. Bersama fasilitator yaitu Drs. Dianne Hockridge sebagai Educational Consultant, Lokal Leaders International and Online Educational Designer dari Ridley College, Melbourne dan Joanna Feliciano sebagai konsultan pendidikan untuk Asia Timur dan Asia Tenggara,  terlihat peluang dan luasnya jangkauan pelayanan yang dapat dikerjakan. Dengan mengembangkan teknologi dan kesiapan sumber daya tenaga pendidik maka kehadiran lembaga dapat menjadi berkat bagi banyak bangsa dan terbukti efektif sesuai konteks dan kebutuhan.

Saat menghadiri pertemuan di Chiang Mai 12-15 November 2024, interaksi dengan para pemimpin visioner menambah pengalaman bagaimana berorganisasi dengan tetap memelihara roh yang tidak padam untuk pelayanan nasional dan internasional.  Perbincangan dalam kerangka pengembangan STAN ke depan bersama Dr. Theresa Lua (General Secretary) dan Dr. Bennet Arren Lawrence (Regional Secretary) memberi kesempatan untuk menjadi anggota ATA bahkan memungkinkan akreditasi Prodi S1 dan S2 STAN oleh Tim Akreditasi Asia Theological Association.

 

Ada kesempatan yang baik ketika ATA menyelenggarakan konferensi di STT SAAT -Malang Malang pada tanggal 20-24 Juli 2026. Berawal dari pergumulan bagaimana membangun kurikulum yang terintegrasi secara holistik, maka pada hari pertama para partisipan di bawa dalam pemikiran tentang konteks yang perlu diperhatikan, kesenjangan yang ada dan pelbagai tantangan-tantangan yang harus dihadapi. Pertemuan di hari yang kedua membawa partisipan berfokus tentang Whole-life, Holistic Discipleship and Formation. Kurikulum yang terintegrasi menyentuh seluruh kehidupan yang berpusat pada Kristus dengan pemuridan yang menyeluruh dan pembentukan rohani. Elemen-elemen yang membangun kurikulum ditekankan agar praktis dan dapat diterapkan dalam setiap lembaga. Dalam pertemuan di hari ketiga para partisipan diarahkan untuk melihat kondisi riil institusi yang dilayani. Dalam momen yang berharga ini, ATA mencoba memikirkan Program Doktoral lintas budaya konteks Asia. Berharap STAN bisa menjadi bagian dalam pemikiran untuk pengembangan kurikulum dalam pelayanan di Asia.